enfifirever

Si Tuan Putri

Posted on: Agustus 21, 2011

Oh halo semua…

Blog pertama dan penuh energi….

Kita lompati bagian pengenalan dan langsung ke inti… Ini adalah sebuah cerpen di mana….

Eeerrr… mungkin lebih baik dibaca saja

(Oh aku tahu mata kalian terbakar dengan rapatnya tulisan ini, jangan khawatir, sesegera mungkin akan ku”percantik” tulisan ini)

SI TUAN PUTRI

Si tuan putri, itulah sebutan untuk gadis yang lewat didepan kelasku. Eyeliner yang indah, lipstik yang tipis dibibirnya dan rambut ikal yang dikuncir membuat hampir semua laki-laki di sekolah menyukainya. Nama si tuan putri itu adalah Yuri, dari kelas XII IPA 2 yang bersebelahan dengan kelasku kelas XII IPA 1.

Yuri adalah gadis yang pendiam, di kelas dia selalu membaca buku yang tidak seorangpun tahu buku apa yang dibacanya. Karena ia selalu menutupi buku itu dengan buku pelajarannya. Menurut kabar, atau lebih tepatnya gosip, Yuri sering membaca novel dirumahnya, sambil meminum teh dan mendengarkan musik klasik. Membuat sebutan si tuan putri untuk Yuri memang pantas.

Dibandingkan aku, cowok yang suka membaca komik shojo, sambil tidur-tiduran dan mendengarkan lagu dengan volume maksimal dari headsetku, membuat orang-orang lebih sering memanggilku kutu komik daripada memanggilku dengan nama asliku, Edric.

Banyak laki-laki yang ingin menjadikan Yuri pacar mereka. Yah, tidak heran, maksudku dia itu cantik, pintar dan emm…. seorang tuan putri ! Mungkin laki-laki yang tidak tertarik padanya adalah laki-laki yang bodoh dan itu adalah ….aaku? Ya, bukannya tidak suka perempuan atau apa, tapi mungkin karena level Yuri dan aku jauh berbeda. Lagipula semua laki-laki dia tolak untuk menjadi pacarnya. Dia mungkin mencari tipe pangeran yang sempurna untuknya.

Sekarang kembali pada hobiku yang suka membaca buku (komik). Aku biasanya membeli buku dalam jumlah banyak tiap 2 minggu. Kadang-kadang hampir tiap minggu aku membeli buku jika memang buku yang aku sukai sudah terbit. Hari Sabtu sepulang sekolah biasanya aku ke toko buku dekat rumahku, tapi aku dengar ada toko buku bekas yang lengkap didekat stasiun, karena ingin melengkapi koleksiku aku pun pergi kesana.

Saat sampai disana aku langsung terdiam dan mengucapkan syukur karena ternyata banyak sekali buku yang aku cari masih dijual disana. Tempatnya cukup besar dengan buku yang tertata rapi. Aku mengambil satu persatu buku yang kucari, sampai aku melihat buku incaranku selama bertahun-tahun,sebuah buku komik petualangan cinta yang luar biasa, buku yang sudah lama ditarik dari toko buku besar sekalipun. Untungnya buku itu masih tersisa satu disini.

Kupercepat langkahku menghampiri buku itu sambil tersenyum bahagia. Saat tanganku ingin memegangnya …..SET! Aku melihat tangan orang lain sudah memegang buku itu. Aku menoleh padanya sambil memasang wajah kesal, seorang anak laki-laki, tingginya lebih rendah dariku tapi sepertinya ia seumuran denganku. Ia memakai topi yang menutupi sebagian wajahnya, dengan jaket coklat dan celana panjang. Dia sepertinya langsung buru-buru pergi. Tidak mau pencarianku bertahun-tahun sia-sia, aku menarik buku itu dari tangannya, dia pun menahan dan menarik kembali buku itu. Dia sepertinya sangat menginginkan buku itu. Aku merasa kasihan dan sepertinya aku sudah bertingkah egois padanya, aku melepaskan buku itu dari genggamanku. Tapi melepaskan buku itu tiba-tiba saat dia sedang menariknya bukan ide yang bagus dan membuat dia jatuh ke lantai …BRUK..ia menjatuhkan buku itu. “Ma..maaf, kau boleh mengambil buku ini” kataku sambil berdiri dan memberikan buku yang terjatuh padanya. Ia masih duduk dilantai dengan wajah yang ditundukkan. Topinya terlepas, membuat rambut panjangnya terlihat. Rambut yang sangat terawat untuk seorang laki-laki menurutku. Tangan kanannya berusaha menutupi wajahnya sementara tangan kirinya mengambil topinya. Sekalipun ia tutupi wajahnya tapi aku masih bisa mengenalinya, wajah yang tidak asing itu adalah…. Yuri.

Dengan panik ia memakai kembali topinya lalu berlari keluar dari toko buku, meninggalkan aku yang masih sambil memegang buku dengan wajah tidak percaya dengan apa yang sudah kulihat. Pada hari Minggu, aku berada dirumahku , memikirkan kejadian kemarin seharian.

Keesokan paginya, dalam perjalanan ke sekolah aku masih tetap memikirkannya. Apa benar itu Yuri? Kalau memang benar aku ingin minta maaf padanya. Tapi sulit dipercaya Yuri yang tuan putri itu membaca komik yang ….eemm tidak cocok dengan imejnya sebagai tuan putri. Arrrgh, memikirkan itu membuat kepalaku sakit. Sudahlah, aku putuskan untuk melupakannya.

Jam istirahat, saat sedang merapihkan buku-buku pelajaran dimejaku, Yuri datang kekelasku, hal yang tidak biasa mengingat biasanya selama jam istirahat dia biasanya membaca buku dikelasnya. Dia sepertinya mencari seseorang, lalu ia melihat dan menghampiri mejaku dan berkata “Maaf bisa kita bicara sebentar berdua saja ? ” Baik laki-laki maupun perempuan dikelasku, semuanya terdiam, seolah-olah waktu berhenti. Mereka melihatku dengan wajah terkejut dan juga tidak percaya. Mungkin ini karena Yuri jarang berbicara dengan laki-laki apalagi kali ini dia yang memulai pembicaraan, biasanya dia baru bicara jika orang lain yang memulainya.

Belum sempat menjawab pertanyaannya, Yuri menarik tanganku, lalu meninggalkan kelas. Ia tidak menghiraukan wajah terkejut murid-murid yang melihat kami berdua. Aku sendiri juga tidak menghiraukan mereka karena Yuri memegang tanganku sangat erat dan berjalan sangat cepat sehingga aku harus mengimbangi kecepatan berjalan Yuri supaya aku tidak terjatuh. Satu hal yang kukhawatirkan, jika benar orang yang kutemui waktu itu adalah Yuri, kuharap dia tidak membunuhku karena perbuatanku.

Yuri membawaku ke ruang kesehatan. Tidak ada seorang pun disana. Yuri mengunci pintu dan menutup jendela, memastikan tidak ada seorang pun datang. Dengan suara pelan ia berkata “Uum… apa kau yang ditoko buku kemarin ?” Aku mengangguk perlahan karena masih ketakutan tapi itu juga mulai membuatku semakin yakin orang yang ditoko buku kemarin memang benar Yuri. Dengan wajah lega ia berkata “Syukurlah aku ingat wajahmu dan untungnya aku tahu kelasmu dari gosip tentangmu” Gosip tentangku? Hmm~ aku mulai berpikir, wah!  ternyata keren juga aku sampai bisa ikut digosipin segala. Dengan semangat aku bertanya “Gosip yang mana?” “Itu, tentang kau yang punya banyak koleksi komik, sering membaca komik saat jam pelajaran, dan sering disebut kutu komik” Ukh, itu merupakan sebuah tusukan dan membuat semangatku langsung turun.

Ternyata kabar seperti itu yang dia dengar, dia pasti sudah tahu betapa jauhnya perbedaan status kami berdua. Karena putus asa aku pun langsung bicara tanpa malu  “Yah itulah aku, seorang kutu komik yang bernama  Edric, itu memang diriku yang sebenarnya dan aku menyukai diriku yang seperti itu”  Mendengar itu, Yuri terdiam lalu ia berkata “Aku iri padamu, Edric .” Loh? Kenapa dia malah jadi bilang kalau dia iri ? Apa yang membuat seorang tuan putri iri padaku? Belum sempat bertanya padanya, Yuri menceritakan siapa dia sebenarnya padaku.

Yuri sudah hobi membaca komik sewaktu masih umur 6 tahun, ia selalu membaca komik dimanapun. Tapi saat ia masuk SMP, teman-temannya sering mengejeknya karena hobinya itu, terlebih lagi ia sering diganggu karena penampilan Yuri saat itu terlihat buruk bagi mereka, hingga membuat masa kecilnya tidak mempunyai teman. Saat masuk SMA, ia pun mulai belajar bagaimana memperbaiki penampilan, mempelajari mode-mode pakaian, mulai memakai kosmetik dan belajar bersikap seperti tuan putri .

Akhirnya ia bisa merubah penampilannya, menyembunyikan hobinya. Berharap bisa diterima dilingkungan sekolah yang baru dan mempunyai banyak teman. Namun perubahan itu justru membuat ia terlalu dihormati sehingga banyak orang yang menjaga jarak dengannya dan akhirnya menjauhinya. Sekalipun ada yang ingin mendekatinya, itu hanya untuk meningkatkan status mereka. Yuri mengatakan padaku semua kabar tentangnya tidak benar. Sebenarnya dia sama seperti aku, suka membaca komik sambil tiduran dirumahnya. Perbedaannya adalah saat aku disekolah, aku menjadi diriku sendiri sebagai laki-laki yang suka membaca komik, sedangkan dia harus memakai “topeng” seorang tuan putri yang harus membuatnya berpura-pura menjadi orang lain, bukan sebagai Yuri. Itulah yang membuatnya iri kepadaku.

Yuri takut jika orang-orang tahu siapa dia sebenarnya, pandangan mereka terhadap dirinya akan berubah dan membuat dia semakin dijauhi. Karena itu ia selalu sembunyi-sembunyi membaca komik dikelas. Juga menutupi identitasnya saat pergi ke toko buku.

“ Tolong rahasiakan ini pada orang lain ya” katanya sambil meninggalkan ruang kesehatan. Entah mengapa mulutku tiba-tiba berkata “Kau mau terus-terusan seperti itu ? Sebenarnya yang kau bohongi itu adalah dirimu sendiri” Yuri hanya diam, “Jadilah dirimu sendiri, tunjukan pada mereka siapa Yuri itu”  kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku. “Tapi, bagaimana kalau mereka semakin menjauhiku?” Yuri terlihat gelisah “Mereka mungkin akan menjauhi si tuan putri tapi mereka akan menjadi dekat dengan seorang Yuri..” Ujarku dengan yakin “Kalau begitu… apa kau mau membantuku menjadi diriku sendiri” Kata Yuri dengan wajah yang memerah. Aku mengangguk “ Terima kasih..” Kata Yuri sambil tersenyum, bukan senyum tipis yang selama ini terlihat, tapi sebuah senyum yang tulus dari hatinya.

Memang butuh waktu cukup lama untuk merubah pandangan mereka tentang Yuri. Itu membuatku lebih sering bersama Yuri untuk mendukungnya. Pada akhirnya, Yuri menjadi perempuan yang ceria, hangat, dan mempunyai banyak teman.

Suatu hari saat aku pergi ke toko buku bersama Yuri (tanpa penyamaran lagi). Yuri berkata “Eh, tahu tidak ada gosip yang mengatakan kalau kita pacaran?” Aku pun berkata “Eee.. itu cuma gosip, kita berduakan tidak pacaran” Yuri pun menjawab “ Ehehe~  tapi aku mau menjadikan gosip itu kenyataan” ………………aku langsung pingsan didepan toko buku.

….bersambung…..

Ya… bersambung, berarti ada lanjutannya….. kisah mengerikan ini punya lanjutan O_O

Ini bukan kisah nyata….. beneran bukan kisah nyata….. jangan menatapku seperti itu

Kalian tahu…. ini mengingatkanku dengan sebuah cerita yang serupa… tapi aku lupa melihatnya dimana….

Oh ya sudah…. tetap disini untuk lanjutannya

Daan namaku asliku bukan Edric… ingin aku memberi tahu nama asliku ?  *huh*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: